SpongeBob SquarePants
Forever young

Rss

Selasa, 20 Oktober 2015

PENCEMARAN UDARA AKIBAT ASAP KEBAKARAN HUTAN DAN DAMPAK PADA PERNAFASAN

PENCEMARAN UDARA AKIBAT ASAP KEBAKARAN HUTAN DAN DAMPAK PADA PERNAFASAN




Assalamualaikum wr wb


Saya Puji Astuti Mahasiswa Keperawatan 2015 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ingin membagi sedikit informasi yang berkaitan dengan masalah pencemaran udara seperti yang sedang heboh di Indonesia yang terjadi di wilayah Riau, Jambi, Palembang dan Kalimantan akibat dari kebakaran hutan.




Definisi

Kebakaran hutan (wildfire) adalah keadaan api menjadi tidak terkontrol dalam vegetasi yang mudah terbakar di daerah pedesaan atau daerah yang luas. Nama lainnya yaitu bush fire, forest fire, grass fire, hill fire, peat fire, vegetation fire, wildland fire, tergantung dari tipe vegetasi yang terbakar. Kebakaran hutan berbeda dengan kebakaran biasa berdasarkan kekuatan dan luasnya api. Perbedaannya adalah penyebaran yang jauh dari tempat semula, dapat berganti arah tanpa diduga. Definisi lain kebakaran hutan adalah kebakaran liar atau kebakaran vegetasi. Kebakaran rumput atau kebakaran semak yaitu kebakaran yang terjadi di alam liar, yang dapat juga memusnahkan rumah atau sumber daya pertanian.

Penyebab alami kebakaran hutan ada empat yaitu: petir, erupsi vulkanik, percikan api dari reruntuhan batu dan pembakaran spontan. Kebakaran hutan juga dapat disebabkan ulah manusia seperti arson, punting rokok yang masih menyala, percikan api dari peralatan. Di beberapa daerah orang membakar habis suatu lahan perhutanan agar menjadi subur dengan cara lebih murah. Di Amerika, Kanada, dan Cina Utara,petir menjadi penyebab utama, sedangkan di negara lain (seperti Meksiko, Amerika Tengah, Afrika, Asia Tenggara, Fiji, dan Selandia Baru), kesalahan manusia menjadi penyebab utama.Penyebab kebakaran liar, antara lain:
• Sambaran petir pada hutan kering akibat musim kemarau panjang,
• Kelalaian manusia seperti membuang puntung rokok sembarangan atau lupa mematikan api di perkemahan,
• Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi,
• Tindakan disengaja seperti membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian yang baru atau vandalism,
• Kebakaran di bawah tanah gambut dapat menyulut kebakaran di atas tanah saat musim  kemarau.

Dampak asap terhadap kesehatan

Penurunan kualitas udara sampai taraf membahayakan kesehatan dapat menimbulkan dan meningkatkan penyakit saluran napas seperti infeksi saluran napas akut (ISPA). Penderita ISPA di daerah bencana asap meningkat 1,8 – 3,8 kali dibandingkan jumlah penderita ISPA pada
periode sama tahun-tahun sebelumnya. Pada saat kebakaran hutan tahun lalu, kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat sudah pada tahap membahayakan kesehatan dengan kadar debu >1.490 μg/m3 (batas yang diperkenankan 230 μg/m3). Kabut asap akibat kebakaran hutan telah merambah ke berbagai propinsi seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Riau bahkan sudah mencapai Malaysia dan Thailand.
Asap menimbulkan iritasi mata, kulit dan gangguan saluran pernapasan yang lebih berat, fungsi paru berkurang, bronkitis, asma eksaserbasi, dan kematian dini. Selain itu konsentrasi tinggi partikel-partikel iritasi pernapasan dapat menyebabkan batuk terus-menerus, batuk berdahak, kesulitan bernapas dan radang paru. Materi partikulat juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan fisiologi melalui mekanisme terhirupnya benda asing ke paru. Dampak yang ditimbulkan tergantung dari individu seperti umur, penyakit pernapasan sebelumnya, infeksi dan kardiovaskuler dan ukuran partikel.

Tabel Pengaruh polutan asap kebakaran pada sistem pernapasan dan organ lain.

Polutan
Mekanisme
Efek Potensial pada Kesehatan
Partikulat (partikel kecil < 10 μ,
diameter aero dinamik < 2.5 μ
• Akut: iritasi bronkus, inflamasi dan
reaktivitas meningkat
• Berkurangnya bersihan mukosilier
• Mengurangi respons makrofag
dan imunitas lokal
• Reaksi fibrotik
• Mengi, asma eksaserbasi
• Infeksi saluran napas
• Bronkitis kronik dan PPOK
• PPOK eksaserbasi
Karbon monoksida
• Berikatan dengan hemoglobin
menghasilkan karboksi hemoglobin
yang dapat mengurangi transport
oksigen ke organ vital dan
menyebabkan gangguan janin
• Berat badan bayi lahir  rendah
• Meningkatnya kasus kematian
perinatal
Hidrokarbon aromatik polisiklik
(benzo-alpyrene)
Karsinogenik
• Kanker paru
•Kanker mulut, nasofaring dan laring
Nitrogen dioksida
• Pajanan akut menyebabkan
reaktivitas bronkus
• Pajanan kronik dapat meningkatkan
kerentanan infeksi bakteri
dan virus
• Mengi, asma eksaserbasi
• Infeksi saluran napas
• Berkurangnya fungsi paru anak
Sulfur dioksida
• Pajanan akut menyebabkan
reaktivitas bronkus
• Pajanan kronik sulit untuk memisahkan
efek partikel
• Mengi, asma eksaserbasi
• PPOK eksaserbasi
• Penyakit kardiovaskuler
Kondesat asap biomass, termasuk
hidrokarbon aromatik polisiklik
dan ion metal
• Absorpsi racun ke dalam lensa sehingga
terjadi perubahan oksidatif

• Katarak

Populasi rentan

Kebanyakan orang dewasa sehat dan anak-anak akan sembuh dengan cepat dari pajanan
asap dan tidak akan mendapat efek jangka panjang. Namun, populasi sensitif tertentu dapat mengalami gejala kronik yang lebih berat. Bahan yang terkandung dalam asap kebakaran hutan dapat mengiritasi mukosa serta mencetuskan gangguan pernapasan akut dan kronik seperti asma, bronkitis, penurunan faal paru, kanker sampai kematian. Gangguan fungsi makrofag, peningkatan kadar albumin dan laktosa dehidrogenase yang menunjukkan kerusakan membran sel serta kerusakan sel epitel dapat ditemukan akibat pajanan asap kebakaran hutan.
Pada pasien penyakit jantung terdapat hubungan antara peningkatan serangan jantung dengan jumlah partikel asap di udara. Orang berusia tua mudah terpengaruh oleh asap karena mekanisme pertahanan saluran napas mereka terutama fungsi pembersih partikel sudah berkurang. Pajanan asap akan meningkatkan kemungkinan infeksi saluran napas oleh bakteri dan virus akibat penekanan aktivitas makrofag sehingga timbul gejala pneumonia dan komplikasi pernapasan lain

Pencegahan dan penanganan penyakit



Upaya terbaik tentu mencegah kebakaran hutan, ini perlu jadi prioritas utama. Karena keterbatasan sarana kesehatan dalam mencegah bahaya kebakaran hutan maka usaha pencegahan paling utama adalah mengatasi sumbernya yaitu memadamkan kebakaran itu sendiri. Perlu dibina kerjasama lintas sektoral kesehatan, lingkungan hidup dan pihak meteorologi yang baik untuk memantau polusi akibat kebakaran hutan. Kalau asapnya telah menyebar, perlu dilakukan berbagai tindakan untuk melindungi masyarakat luas dari pajanan asap.2 Masyarakat sedapat mungkin melindungi dirinya sendiri dari pajanan asap dan pemerintah setempat memberikan penyuluhan tentang bahaya dan cara pencegahan kebakaran hutan.

Saat ini cara pencegahan yang banyak digunakan adalah pemakaian masker karena
relatif murah dan dapat disebarluaskan tetapi efektivitasnya masih dipertanyakan. National Institute of Occuposional Safety and Health (NIOSH) telah melakukan pengujian di Amerika Serikat dan menetapkan beberapa jenis masker yang mampu menyaring lebih dari 99% partikel silika berukuran 0,5 μm. Beberapa badan kesehatan lain merekomendasikan masker yang baik yaitu mampu menyaring lebih dari 95% partikel > 0,3 μm dan biasanya diberi kode R95, N95, atau P95. Masker ini harus dipasang dengan cukup rapat sehingga udara tidak dapat masuk di sela-sela pinggiran masker dan kulit wajah; hal yang tidak mudah dilakukan. Alat bantu napas bisa digunakan setelah penatalaksanaan lain yang lebih efektif, antara lain dengan mengurangi pajanan, termasuk tinggal di dalam rumah, dan mengurangi aktivitas, terutama pada individu yang sensitive.




DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan. Parameter pencemar udara dan dampaknya terhadap kesehatan. [cited 2011 Jan 10]. Available from: www.depkes.go.id/downloads/udara.pdf 
Rumajomi HB. Kebakaran hutan di Indonesia dan dampaknya terhadap kesehatan [Makalah pengantar Filsafah Sains, Program Pasca Sarjana]. Bogor: Institut Pertanian
Bogor; 2006.

1 komentar:

Green Warrior mengatakan...

Setuju gan, oleh karena itu, mari cegah dengan menanam pohon. Semakin menarik karena sekarang ada program penanaman pohon yang sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi yang menanam dan mengkampanyekannya.

Cari tahu caranya di : http://www.greenwarriorindonesia.com

Posting Komentar