PENCEMARAN
UDARA AKIBAT ASAP KEBAKARAN HUTAN DAN DAMPAK PADA PERNAFASAN
Assalamualaikum wr wb
Saya Puji Astuti Mahasiswa
Keperawatan 2015 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ingin membagi sedikit
informasi yang berkaitan dengan masalah pencemaran udara seperti yang sedang
heboh di Indonesia yang terjadi di wilayah Riau, Jambi, Palembang dan
Kalimantan akibat dari kebakaran hutan.
Definisi
Kebakaran hutan
(wildfire) adalah
keadaan api menjadi tidak terkontrol dalam vegetasi yang mudah terbakar di
daerah pedesaan atau daerah yang luas. Nama lainnya yaitu bush fire, forest
fire, grass fire, hill fire, peat fire, vegetation fire, wildland fire,
tergantung dari tipe vegetasi yang terbakar. Kebakaran hutan berbeda dengan
kebakaran biasa berdasarkan kekuatan dan luasnya api. Perbedaannya adalah
penyebaran yang jauh dari tempat semula, dapat berganti arah tanpa diduga. Definisi
lain kebakaran hutan adalah kebakaran liar atau kebakaran vegetasi. Kebakaran
rumput atau kebakaran semak yaitu kebakaran yang terjadi di alam liar, yang
dapat juga memusnahkan rumah atau sumber daya pertanian.
Penyebab
alami kebakaran hutan ada empat yaitu: petir, erupsi
vulkanik, percikan api dari reruntuhan batu dan pembakaran spontan.
Kebakaran hutan juga dapat disebabkan ulah manusia seperti arson, punting
rokok yang masih menyala, percikan api dari peralatan. Di beberapa daerah orang
membakar habis suatu lahan perhutanan agar menjadi subur dengan cara lebih
murah. Di Amerika, Kanada, dan Cina Utara,petir menjadi penyebab utama,
sedangkan di negara lain (seperti Meksiko, Amerika Tengah, Afrika, Asia
Tenggara, Fiji, dan Selandia Baru), kesalahan manusia menjadi penyebab utama.Penyebab
kebakaran liar, antara lain:
• Sambaran petir
pada hutan kering akibat musim kemarau panjang,
• Kelalaian
manusia seperti membuang puntung rokok sembarangan atau lupa mematikan api di
perkemahan,
• Aktivitas vulkanis
seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi,
• Tindakan
disengaja seperti membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian
yang baru atau vandalism,
• Kebakaran di
bawah tanah gambut dapat menyulut kebakaran di atas tanah saat musim kemarau.
Dampak asap terhadap kesehatan
Penurunan
kualitas udara sampai taraf membahayakan kesehatan dapat menimbulkan dan
meningkatkan penyakit saluran napas seperti infeksi saluran napas akut (ISPA).
Penderita ISPA di daerah bencana asap meningkat 1,8 – 3,8 kali dibandingkan jumlah
penderita ISPA pada
periode sama
tahun-tahun sebelumnya. Pada saat kebakaran hutan tahun lalu, kualitas udara di
wilayah Kalimantan Barat sudah pada tahap membahayakan kesehatan dengan kadar
debu >1.490 μg/m3 (batas yang diperkenankan 230 μg/m3). Kabut asap akibat
kebakaran hutan telah merambah ke berbagai propinsi seperti Kalimantan Tengah,
Sumatera Utara dan Riau bahkan sudah mencapai Malaysia dan Thailand.
Asap menimbulkan
iritasi mata, kulit dan gangguan saluran
pernapasan yang lebih berat, fungsi paru berkurang, bronkitis, asma eksaserbasi,
dan kematian dini. Selain itu konsentrasi tinggi partikel-partikel iritasi pernapasan
dapat menyebabkan batuk terus-menerus, batuk berdahak, kesulitan bernapas dan
radang paru. Materi partikulat juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan
fisiologi melalui mekanisme terhirupnya benda asing ke paru. Dampak yang ditimbulkan tergantung dari individu
seperti umur, penyakit pernapasan sebelumnya, infeksi dan kardiovaskuler dan ukuran
partikel.
Tabel Pengaruh
polutan asap kebakaran pada sistem pernapasan dan organ lain.
Polutan
|
Mekanisme
|
Efek Potensial pada Kesehatan
|
Partikulat
(partikel kecil < 10 μ,
diameter
aero dinamik < 2.5 μ
|
• Akut:
iritasi bronkus, inflamasi dan
reaktivitas meningkat
• Berkurangnya
bersihan mukosilier
• Mengurangi
respons makrofag
dan imunitas lokal
•
Reaksi fibrotik
|
• Mengi, asma
eksaserbasi
• Infeksi
saluran napas
• Bronkitis
kronik dan PPOK
•
PPOK eksaserbasi
|
Karbon
monoksida
|
• Berikatan dengan hemoglobin
menghasilkan
karboksi hemoglobin
yang
dapat mengurangi transport
oksigen ke
organ vital dan
menyebabkan gangguan janin
|
• Berat badan bayi lahir rendah
• Meningkatnya kasus kematian
perinatal
|
Hidrokarbon
aromatik polisiklik
(benzo-alpyrene)
|
Karsinogenik
|
• Kanker paru
•Kanker
mulut, nasofaring dan laring
|
Nitrogen
dioksida
|
• Pajanan akut
menyebabkan
reaktivitas
bronkus
• Pajanan kronik dapat meningkatkan
kerentanan
infeksi bakteri
dan
virus
|
• Mengi, asma
eksaserbasi
• Infeksi
saluran napas
• Berkurangnya
fungsi paru anak
|
Sulfur
dioksida
|
• Pajanan akut
menyebabkan
reaktivitas bronkus
• Pajanan
kronik sulit untuk memisahkan
efek
partikel
|
• Mengi, asma
eksaserbasi
• PPOK
eksaserbasi
•
Penyakit kardiovaskuler
|
Kondesat asap
biomass, termasuk
hidrokarbon
aromatik polisiklik
dan
ion metal
|
• Absorpsi racun ke dalam lensa
sehingga
terjadi
perubahan oksidatif
|
• Katarak
|
Populasi rentan
Kebanyakan
orang dewasa sehat dan anak-anak akan sembuh dengan cepat dari pajanan
asap dan tidak
akan mendapat efek jangka panjang. Namun, populasi sensitif tertentu dapat
mengalami gejala kronik yang lebih berat. Bahan yang terkandung dalam asap kebakaran
hutan dapat mengiritasi mukosa serta mencetuskan gangguan pernapasan akut dan
kronik seperti asma, bronkitis, penurunan faal paru, kanker sampai kematian.
Gangguan fungsi makrofag, peningkatan kadar albumin dan laktosa dehidrogenase
yang menunjukkan kerusakan membran sel serta kerusakan sel epitel dapat
ditemukan akibat pajanan asap kebakaran hutan.
Pada
pasien penyakit jantung terdapat hubungan antara peningkatan serangan jantung
dengan jumlah partikel asap di udara. Orang berusia tua mudah terpengaruh oleh
asap karena mekanisme pertahanan saluran napas mereka terutama fungsi pembersih
partikel sudah berkurang. Pajanan asap akan meningkatkan kemungkinan infeksi
saluran napas oleh bakteri dan virus akibat penekanan aktivitas makrofag
sehingga timbul gejala pneumonia dan komplikasi pernapasan lain
Pencegahan dan
penanganan penyakit
Upaya
terbaik tentu mencegah kebakaran hutan, ini perlu jadi prioritas utama. Karena keterbatasan
sarana kesehatan dalam mencegah bahaya kebakaran hutan maka usaha pencegahan
paling utama adalah mengatasi sumbernya yaitu memadamkan kebakaran itu sendiri.
Perlu dibina kerjasama lintas sektoral kesehatan, lingkungan hidup dan pihak
meteorologi yang baik untuk memantau polusi akibat kebakaran hutan. Kalau
asapnya telah menyebar, perlu dilakukan berbagai tindakan untuk melindungi
masyarakat luas dari pajanan asap.2 Masyarakat sedapat mungkin melindungi dirinya
sendiri dari pajanan asap dan pemerintah setempat memberikan penyuluhan tentang
bahaya dan cara pencegahan kebakaran hutan.
Saat
ini cara pencegahan yang banyak digunakan adalah pemakaian masker karena
relatif murah
dan dapat disebarluaskan tetapi efektivitasnya masih dipertanyakan. National
Institute of Occuposional Safety and Health (NIOSH) telah melakukan pengujian
di Amerika Serikat dan menetapkan beberapa jenis masker yang mampu menyaring
lebih dari 99% partikel silika berukuran 0,5 μm. Beberapa badan kesehatan lain
merekomendasikan masker yang baik yaitu mampu menyaring lebih dari 95% partikel
> 0,3 μm dan biasanya diberi kode R95, N95, atau P95. Masker ini harus
dipasang dengan cukup rapat sehingga udara tidak dapat masuk di sela-sela pinggiran
masker dan kulit wajah; hal yang tidak mudah dilakukan. Alat bantu napas bisa
digunakan setelah penatalaksanaan lain yang lebih efektif, antara lain dengan
mengurangi pajanan, termasuk tinggal di dalam rumah, dan mengurangi aktivitas,
terutama pada individu yang sensitive.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen
Kesehatan. Parameter pencemar udara dan dampaknya terhadap kesehatan. [cited
2011 Jan 10]. Available from: www.depkes.go.id/downloads/udara.pdf
Rumajomi HB. Kebakaran hutan di
Indonesia dan dampaknya terhadap kesehatan [Makalah pengantar Filsafah Sains,
Program Pasca Sarjana]. Bogor: Institut Pertanian
Bogor; 2006.


1 komentar:
Setuju gan, oleh karena itu, mari cegah dengan menanam pohon. Semakin menarik karena sekarang ada program penanaman pohon yang sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi yang menanam dan mengkampanyekannya.
Cari tahu caranya di : http://www.greenwarriorindonesia.com
Posting Komentar